Haloo:)
Pada blog pertama ini saya akan membahas tentang Tradisi Tumbilotohe dari Gorontalo. Sebelumnya, saya mendapatkan ide ini dari orang tua saya (ayah) yang 'kebetulan' lahir di Gorontalo, Sulawesi (Hehee.. kok 'kebetulan' sih ?!). Ayah saya pernah bercerita tentang tradisi ini yang menurut saya cukup menarik untuk di ketahui. Oke, untuk penjelasannya mari kita simak yang berikut ini..
Provinsi Gorontalo merupakan provinsi yang mayoritas penduduknya beragama islam yang fanatik dan menghargai tradisi. Dari daerah inilah Tradisi Tumbilotohe berasal.
Tahukah kamu tentang Tradisi Tumbilotohe?
Arti kata dari tumbilo sendiri adalah pasang, dan tohe berarti lampu, maka tumbilotohe dapat diartikan 'pasang lampu', dimana menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, warga Gorontalo serempak memasang lampu minyak berderet di sepanjang jalan, di halaman, teras rumah, dan di masjid. Suasana malam hingga subuhnya begitu menakjubkan, meriah dan penuh warna. Ya, tradisi ini merupakan tradisi langka dan unik dari Gorontalo yang telah berjalan sejak abad XV.
Tradisi ini dilaksanakan setiap 3 malam terakhir menjelang hari
Raya Idul Fitri, yaitu tanggal 27 hingga 30 Ramadhan. Awalnya di daerah Gorontalo belum terdapat listrik dan pelaksanaan pemasangan lampu di pinggir jalan dimaksudkan untuk
memudahkan warga yang ingin memberikan zakat fitrah ataupun menuju masjid untuk beribadah di malam hari. Pada umumnya penerangan tersebut menggunakan botol atau kaleng bersumbu dengan bahan bakar minyak tanah. Walaupun penerangan telah menggunakan listrik, masyarakat setempat tetap mengadakan tumbilotohe yang sudah menjadi kebiasaan mereka. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ini mulai pudar, dan sayang apabila tradisi tersebut hilang. Sehingga pemerintah daerah setempat terus berupaya
agar tradisi tersebut tidak punah.
Maka dibuatlah perlombaan tumbilotohe
oleh pemerintah daerah setempat. Hingga saat ini perlombaan tersebut runtin diadakan setiap tahunnya dan bukanlah sekedar perlombaan maupun tradisi semata bahkan dapat dikatakan perayaan besar tumbilotohe, karena hampir seluruh daerah di provinsi Gorontalo mengadakannya.
Selain itu tradisi ini juga dilakukan sebagai peringatan bahwa saat
menyambut hari Raya Idul Fitri maka hati dan jiwa harus bersih serta terang
benderang seperti makna pemasangan lampu tersebut.
Nah itu tadi penjelasan singkat tentang Tradisi Tumbilotohe dari Gorontalo. Sebagai warga negara Indonesia kita seharusnya bangga dan terus melestarikan tradisi yang kita miliki, jangan sampai tradisi atau kebudayaan tersebut punah dan di ambil negara lain !!
Semoga dapat menambah wawasan dan menginspirasi ya:)) Terimakasih.
Sumber:
www.indonesia.travel/id
kebudayaanindonesia.net
pendidikan-tomi.blogspot.com
unik.kompasiana.com




mbhok jadi pengen kesana!!
BalasHapusiya, tak doain kesampaian fin ;))
HapusKeren dell
BalasHapusMakasih bel :'))
HapusApikk:))
BalasHapusThanks :))
Hapusindah pemandangan
BalasHapusSiipp
BalasHapuswih keren del tempatnya
BalasHapustempatya bagus
BalasHapuskereeen❤️❤️
BalasHapustemplate nya lucu deel
BalasHapusmakasih :))
Hapuswih...
BalasHapusopoo heh ? -_-
HapusSangar
BalasHapusHehee :))
Hapus